Apa itu intuisi?
Intuisi adalah proses pengenalan pola yang terjadi secara tidak sadar di dalam kepala kita. Pola-pola tersebut terjadi akibat dari pengalaman sehari-hari, atau pun informasi lainnya yang sering diterima oleh kita.
Intuisi sering digunakan dalam pengambilan keputusan sehari-hari, terutama bila kita dihadapkan dengan ketidakpastian, lingkungan yang cepat berubah, dan informasi yang tidak lengkap, sedangkan keputusan harus segera diambil. Intuisi dapat menjadi suatu alat yang efisien untuk mengambil keputusan, karena tidak memerlukan waktu yang lama dan informasi yang bertele-tele. Secara ekonomi, ini akan membutuhkan biaya yang sedikit, walaupun keputusan yang dihasilkan mungkin bukanlah suatu keputusan yang optimal.
Pendekatan intuisi sesuai karena rationalitas manusia sangat terbatas (bounded rationality), dalam praktek kita sering dihadapkan dengan informasi yang tidak lengkap sehingga kita tidak mempunyai semua alternatif yang relevant dengan permasalahan yang dihadapi, atau pun kita tidak mengetahui konsekuensi dari setiap alternatif tersebut.
Berdasarkan pengalaman, kita sudah mempunyai mengembangkan proses pengambilan keputusan secara intuitive yang sering secara tidak sadar kita sering pakai. Misalnya, kita sering menghindari pusat kota bila ingin menghindari macet, atau tidak melalui jalan-jalan tertentu pada jam-jam sibuk untuk menghindari kemacetan. Pola-pola tersebut ada di kepala kita karena informasi yang sering kita terima atau pun kita sering mengalaminya sendiri. Bahkan ada dosen yang sudah bisa menebak murid yang akan mendapatkan nilai A dan mana yang tidak bisa mendapat nilai A walaupun ujian akhir belum dilakukan.
Kelemahan intuisi
Walaupun intuisi adalah alat yang sangat efisien dalam mengambil keputusan, namun ternyata memiliki kekurangan-kekurangan, antara lain:
1. Memerlukan pengalaman atau waktu yang lama untuk dikuasai
Intuisi adalah pola yang dihasilkan dari pengalaman yang lama, sehingga orang baru akan tidak mempunyai pola tersebut. Sedangkan orang yang mempunyai akan kesulitan untuk mengajarkannya karena pada umumnya pola tersebut ada di bawah sadarnya, sehingga akan sulit untuk dieksplisitkan.
2. Sangat terkait dengan kondisi emosi
Emosi sangat menentukan intuisi seseorang. Seseorang yang sedang emosional atau pun yang sangat senang akan sulit untuk menangkap suara batin, karena suara tersebut akan dibiaskan oleh emosi tersebut. Kemampuan orang untuk mengendalikan emosi, menjadi kunci bagi pengambil keputusan yang mendasarkan pada intuisi.
Rational decision making
Berbeda dengan intuisi, rational decision making mendasarkan pada panduan yang sistematis bagi pengambil keputusan.
Ini digambarkan sebagai berikut:
- Anda secara sadar mengidentifikasi semua pilihan yang relevant
- Anda menformulasikan kriteria untuk menilai konsekuensi dari tiap pilihan
- Berdasarkan hal tersebut, anda merangking tiap pilihan
- Akhirnya, anda memilih alternatif yang rangkingnya tertinggi.
Bagaimana seharusnya mengambil keputusan?
Kita sebaiknya tahu kapan menggunakan rational decision making atau pun intuisi. Sedapat mungkin, kita gunakan rational decision making dahulu untuk memandu pengambilan keputusan secara sistematis dan mengarahkan kita kepada informasi-informasi apa yang perlu kita kumpulkan. Bila ada kendala dalam menerapkan rational decision making, maka intuisi bisa dipakai, namun harus disadari kemungkinan-kemungkinan bias yang akan terjadi, sehingga kita bisa menghindarinya.